Waspadai 3 Kuman Penyebab Keracunan Makanan

by frida on Oct 5, 2016
Waspadai 3 Kuman Penyebab Keracunan Makanan

Kebanyakan kuman sebenarnya tidak membahayakan manusia. Bahkan beberapa jenis bakteri berguna bagi manusia, seperti yang ada pada sistem pencernaan. Tetapi perlu diketahui bahwa penyebaran kuman di rumah dapat dicegah dengan menjaga kebersihan.

Apa itu kuman?

Kuman penyakit adalah organisme mikroskopis yang bisa menyebabkan penyakit dan infeksi bila mereka masuk ke dalam tubuh.

Beberapa jenis kuman yang umum:

  • Bakteri (contoh: Salmonella yang bisa meracuni makanan)
  • Virus (contoh: Rhinovirus penyebab demam)
  • Fungi / jamur (contoh: Trichophyton penyebab kaki berjamur)
  • Parasit (contoh: Giaridia Intestinalis penyebab diare)

 Bagaimana kuman menyebar?

Bakteri dan jamur bisa hidup dimana saja di dalam rumah. Tetapi virus berbeda, karena membutuhkan inang untuk berkembangbiak. Proses inilah yang bisa memicu penyakit.

Kuman bisa menyebar melalui tangan manusia, yaitu dari tangan yang menyentuh benda-benda kotor. Kuman juga bisa menyebar melalui udara, debu, cairan yang dikeluarkan melalui mulut dan hidung (bersin dan bicara).

Sumber kuman di rumah adalah:

  • Air dan makanan yang terkontaminasi
  • Benda yang sering dipegang (gagang pintu, kran, remot TV dan telepon)
  • Tempat sampah, wastafel, dan toilet.
  • Sampah dapur seperti sisa makanan, tissu, dan popok bekas.
  • Alat pembersih seperti serbet, spons, dan sikat gigi kotor.
  • Hewan peliharaan dan hama di rumah (tikus dan lalat)
  • Manusia yang lain

Bagaimana kuman bisa masuk ke tubuh manusia?

Ada beberapa cara kuman masuk ke tubuh manusia

  • Termakan melalui makanan yang terkontaminasi
  • Kuman di udara yang masuk melalui rongga pernapasan 
  • Kuman di kulit yang masuk melalui luka 
  • Masuk ke pembulu darah melalui jarum suntik, tindakan operasi, gigitan serangga dan hewan lain.
  • Kuman di dalam tubuh mudah menyebar melalui kontak fisik dengan orang lain

Yang perlu diwaspadai adalah kuman penyebab makanan yang tidak disadari masuk dalam tubuh kita seperti berita surat kabar mengenai kasus keracunan makanan yaitu :

  • 8 Warga di Sulsel Tewas Keracunan Makanan Saat Buka Puasa.”
  • “130 Buruh Pabrik Keracunan Bersama di Bekasi.”
  • “64 Buruh Pabrik Sepatu Keracunan Makanan di Semarang.”
  • “55 Warga Jember Keracunan Setelah Menyantap Hidangan Resepsi Pernikahan”. 

 Keracunan makanan adalah masalah menyedihkan yang terus berulang terjadi dan mengancam hidup jutaan orang di seluruh dunia. Keracunan makanan dapat disebabkan mengkonsumsi makanan beracun (misalnya, beberapa jenis jamur liar, keong racun, ikan buntal, tempe bongkrek, dll) atau mengkonsumsi makanan yang terkontaminasi bakteri atau zat beracun lainnya. Ada lebih dari 250 jenis bakteri yang dapat menyebabkan keracunan makanan, yang paling umum di antaranya adalah clostridium botulinum, salmonella gastro, dan escherichia coli.

1. Clostridium botulinum
Bakteri Clostridium botulinum menghasilkan racun yang mencegah transmisi impuls saraf ke otot . Mual, muntah dan kram perut adalah gejala umum yang ditimbulkannya. Efek dimulai pada syaraf di kepala sehingga menyebabkan penglihatan kabur/ganda dan kesulitan menelan, kemudian menyebar ke punggung sehingga menyebabkan kelumpuhan otot lengan, otot pernapasan, dan mungkin juga otot kaki. Gejala ini biasanya muncul 4-36 jam setelah menelan toksin, tetapi bisa memakan waktu hingga delapan hari.

Kuman Clostridium botulinum


Makanan kaleng adalah sumber utama botulisme (keracunan botulinum). Selain itu, botulisme juga dapat bersumber dari makanan bayi, yang dapat berakibat fatal bagi kelompok usia ini. Cara terbaik untuk mencegah botulisme adalah mengikuti petunjuk yang benar dalam menyiapkan dan menyajikan makanan di rumah. Makanan yang terkontaminasi sering memiliki bau busuk, meskipun tidak selalu demikian.

Botulisme adalah kedaruratan medis yang harus segera mendapatkan perawatan. Dengan tersedianya antitoksin, 90% lebih pasien botulisme dapat diselamatkan.


2. Salmonella gastro
Salmonellosis mengacu pada sejumlah penyakit yang disebabkan oleh bakteri salmonella. Salah satu penyakit yang disebabkan oleh bakteri ini adalah demam tifoid. Bentuk umum salmonellosis adalah gastroenteritis yang disebabkan oleh bakteri salmonella gastro. Bakteri ini dapat menyebar dari orang ke orang dan dari hewan ke orang. Makanan yang biasanya mengandung salmonella adalah daging, daging unggas, susu dan telur. Salmonella sering ditularkan melalui kontak dengan kotoran atau pakan ternak atau melalui makanan yang terkontaminasi kotoran hewan. Buah dan sayuran yang tidak dicuci dengan bersih juga dapat menyebarkan bakteri ini.

Bacterial Gastroenteritis (Salmonella Typhimurium)

Gejala gastroenteritis yang disebabkan oleh salmonella termasuk mual, kram perut dan diare. Pada kasus yang parah, ada lendir dan darah pada tinja. Gejala awal biasanya muncul 12 sampai 24 jam setelah menelan makanan yang terkontaminasi. Keracunan ini biasanya tidak serius dan berlangsung selama dua sampai lima hari. Namun, salmonellosis bisa berakibat fatal pada bayi, lansia dan pasien yang sakit parah. Pada kasus yang sangat jarang, salmonella bisa menembus aliran darah sehingga menyebabkan artritis, penyakit jantung, infeksi tulang dan masalah perut jangka panjang.

Perawatan infeksi yang disebabkan oleh salmonella melibatkan banyak minum untuk mengganti cairan yang hilang karena diare. Jika korban kehilangan terlalu banyak cairan, dia harus dirawat di rumah sakit untuk mendapatkan infus. Antibiotik dan obat anti-diare mungkin diberikan untuk mengontrol gejala yang parah.


3. Escherichia coli

Kebanyakan strain Escherichia coli (E. coli) adalah bakteri bermanfaat yang hidup dalam sistem pencernaan. Mereka tidak menyebabkan penyakit. Namun beberapa strain E. coli dapat menyebabkan efek keracunan pada tubuh. Salah satu strain yang paling ditakuti adalah E. coli 0157 yang menghasilkan racun yang disebut toksin Shiga. Racun ini merusak sel-sel dinding usus sehingga menimbulkan perdarahan. Toksin E. coli 0157 juga memecah sel darah merah, menyebabkan anemia dan menurunkan jumlah trombosit. Pada 10% kasus, keracunan E. coli berlanjut sehingga menyebabkan kerusakan ginjal dan organ penting lainnya. Risiko kematian terutama tinggi pada anak-anak dan lansia.

E. coli 0157 memiliki masa inkubasi antara 1-3 hari. Waktu tersebut dibutuhkan bakteri untuk melakukan perjalanan ke usus besar dan berkembang biak di sana ke tingkat yang menyebabkan masalah. Karena bakteri terutama memengaruhi usus besar, gejala utama adalah sakit perut dan diare. E. coli 0157 jarang menyebabkan muntah, meskipun penderita merasakan sakit perut dan diare hebat sehingga ada bintik-bintik darah segar di tinjanya. Berbeda dengan jenis keracunan makanan lainnya, E. coli 0157 sangat gigih dan membutuhkan waktu seminggu atau lebih sebelum diare mereda.

strain Escherichia coli (E. coli)

Keracunan E. coli timbul karena mengkonsumsi daging, khususnya daging sapi cincang. Jika daging tidak matang sepenuhnya, bakteri dapat bertahan hidup dan berkembang biak di dalam tubuh kita bila dikonsumsi. Hanya perlu 10 bakteri hidup dalam burger atau sosis untuk dapat menyebabkan keracunan makanan E. coli. Bakteri ini juga dapat menyebar melalui makanan atau air yang tercemar kotoran hewan.

E. coli tidak terpengaruh oleh obat antibiotik. Perawatan keracunan E. coli hanya bersifat suportif dengan banyak mengganti cairan yang hilang. Orang yang mengalami masalah ginjal akibat komplikasi mungkin perlu perawatan dialisis.

Salah satu wabah terbesar E.coli 0157, terjadi di Wishaw di Skotlandia pada tahun 1996 yang disebabkan oleh daging yang terkontaminasi. Sekitar 200 orang jatuh sakit, dua puluh di antaranya meninggal dunia.


Sumber
www.dettol.co.id
www.kedokteranebook.blogspot.co.id